Latest Movie :
Recent Movies
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Tiga Bulan Tidak Mampu Memandang Wajah Suami

Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.

Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.

Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama

Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”. Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”. Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”. “Haah, pergi?”. Kata sang istri. “Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.

Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …

Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.

Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya)

Mulailah Dari Kanan ke Kiri!

Seorang kawan bilang ke saya kalau minum madu itu baiknya dicampur air dan diaduk pakai sendok kayu atau plastik, terus mengaduknya dari kanan ke kiri berlawanan dengan arah jarum jam. Hmmm...jadi teingat beberapa gambar yang pernah saya lihat. Perhatikanlah gambar ini!!

Gambar putaran angin ini berlawanan arah dengan jarum jam, ia berputar dari kanan ke kiri. Terus entah memang kebetulan atau tidak saya lihat gambar lomba lari itu ternyata juga dari kanan ke kiri, hehehe..mungkin ga semuanya, tapi balap sepeda, balap nascar, mungkin pelaku roda roda gila di tontonan orang orang pingiriran juga dari kanan ke kiri, sama seperti arah putaran komedi putarnya.


 

Kemudian saya teringat waktu SMP dulu paman saya pernah berkata 'Stir mobil itu berbentuk lingkaran, dan disini terletak disebelah kanan kendaraan, mungkin disengaja atau tidak ternyata power stiring itu membuat otomatis kemudi berbelok kearah kiri. Oleh karena itu jika sopir itu kaget dan reflek, maka ia akan membanting stir dari arah kanan ke arah kiri. Coba kalau kebalikannya...apa yg terjadi?
 Hmm..semakin menggelitik penasaran saya, kenapa semua hal itu harus diawali dari kanan ke kiri...? Baca qur'an yang tulisannya ditulis dari kanan ke kiri, otomatis bacanya juga dong. Kemudian jika kita lagi liqo, baca bergilirannya pun dari kanan ke kiri pulan. Salaman setelah shalat berjamaah saja juga dari kanan ke kiri. Memakai apapun dianjurkan dimulai dari kanan ke kiri. Adakah yang lain? ..pasti masih banyak, salah satunya adalah thawaf dalam ibadah haji. Jamaah semua berputar mengelilingi ka'bah dari kanan ke kiri.
Thawaf. Hmm..ternyata semua putaran yang sesuai itu seperti thawaf. Berputar dari kanan ke kiri. Coba lihat arah putaran bulan terhadap bumi! atau putaran planet-planet terhadap matahari. Arah putaran elektron-elektron pada atom dari kanan kek kiri.
Bahkan arah putaran Galaksi-galaksi dijagad raya ini berputar dari arah kanan ke kiri. Ya galaksi...mengitari sesuatu yang menjadi pusat thawaf mereka.  
 
Kawan, mudah-mudahan semua hal diatas menjadi penambah keimanan kita kepada Allah SWT  Yang Maha Menggerakan, Yang telah menentukan segala sesuatunya dengan Maha Sempurna. Termasuk Arah putaran dan manjilah-manjilah disemesta ini. Segala sesuatu itu telah ada takdirnya tersendiri. Wallahu'alam Bishawab.

Keseimbangan


"..Kamu sekali kali tidak melihat pada ciptaan Allah  Yang Maha Pemurah sesuatu yang tak seimbang. Lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" 

Demikian penggalan surat al-Mulk ayat 3 (juz tabarok/29) diatas. Sobat, ternyata makin banyak dari kita yang mulai 'ngeh' tentang hukum keseimbangan. Banyak artikel, buku, para penceramah, motivator dsb. yang berbicara sekitar hukum keseimbangan ini.

Ada matahari ada bulan, ada siang ada malam, ada pria ada wanita, ada baik ada buruk, ada banyak ada sedikit, ada kenyang ada lapar, ada fujur ada takwa, ada malaiikat ada iblis. pokoknya semua memiliki rival yang saling bertentangan dan tentu ada yang bisa bersinergi.

Keseimbangan itu ada dua macam, keseimbangan kauniyah dan keseimbangan kauliyah atau horizontal dan vertikal saya sebutkan spt itu, jika ada yg lain boleh" aja. Mohon petunjuk.

Keseimbangan Kauniyah adalah keseimbangan semesta, menyangkut mikrokosmos, makrokosmos. Atau sunatullah (hukum" Allah yang berlaku dialam semesta. 'Alam tidak punya hukum, yang punya hukum itu Allah, oleh karenanya alam itu juga tunduk pada hukum Allah'). Jumlah Energi di alam ini tetap, tidak ada penambahan dan tidak ada pula pengurangan, energi hanya bisa berubah bentuk dia tidak bisa dibuat atau dimusnahkan, ingat hukum kekekalan energi (hukum Allah yang berlaku pada Energi). Jadi jika kita menggunakan energi disemesta ini secara berlebih/extrime, maka di titik lain semesta ini akan kekurangan energi, dalam artian tidak seimbang. So don't be extrime!!! minum sirup aja jika berlebihan bisa mabuk.  Untuk lebih jelasnya insya Allah ada postingan khusus tentang keseimbangan makrokosmos dan mikrokosmos ini.

Keseimbangan kauliyah adalah keseimbangan agama. Berkenaan dengan perilaku dan ketaatan kepada Allah SWT. Jika mereka lebih banyak melakukan dosa maka tentu akan menyebabkan amalnya kalah berat jika ditimbang, maka celakalah mereka itu. Dan saat ketidak adilan prilaku ini akan membawa kepada ketidak seimbangan hidupnya. Tidak seimbang di wilayah ini juga akan membuat hidup penuh kegelisahan, kesulitan, bahkan bisa jadi mengundang ketidak seimbangan semestanya. 


Tidak seimbang di kauniyah, bisa menimbulkan ketidak seimbangan di kauliyah dan sebaliknya. Bisa dilihat orang-orang yang tidak adil dalam beragama biasanya akan cenderung merusak alam sekitarnya, atau sebaliknya orang-orang yang biasa merusak alam lingkungannya adalah orang-orang yang biasanya tidak seimbang dalam spiritualnya.


Ketidak seimbangan identik dengan ketidak adilan, jadi orang yang kelakuannya tidak stabil alias tidak seimbang, cenderung bisa termasuk orang yang tidak adil. Jika kita tidak adil, maka akan ada pihak yang menuntut kedilan itu. 

Seimbang atau adil itu juga tidak melulu memiliki arti jumlahnya harus sama, melainkan memiliki porsi yang proporsional. Tersesuaikan dengan karat dan kadarnya. Bahasan tentang hal ini banyak bisa dibaca diberbagai tulisan yang ada.

Sobat mungkin tulisan ini masih ngalor ngidul kurang jelas disana sini, tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat. Rabbana Atina Fiddunya hasanah..wafil akhirati hasanah waqina azabannar...Ya Allah semoga Engkau memaafkan kami yang senantiasa tidak seimbang dan tidak adil dalam hidup ini. Meskipun kami menzhalimi diri kami dan orang lain semoga maaf-Mu untuk kami. Sobat, seimbangkanlah dunia dan akhirat kita..bahkan dalam hal ini boleh kebaikan akhirat lebih diutamakan. Kenapa akhirat harus diutamakan padahal kita masih jidup didunia? Insya Allah ditulisan lainnya saya singgung. 


wallahu'alam bishawab.

Sengsara Membawa Nikmat (Gagal Jadi Cleaning Service, Malahan Jadi Juragan)


Sekitar lima atau enam tahun yang lalu saya pernah mendengar cerita inspirasi dari dosen saya tentang usaha sendiri. Hari ini saya dapt lagi melalui emai cerita itu hanya sedikit modifikasi kreatif yang lebih nyaman dibaca. Oke langsung aja kita simak ini ceritanya...

Seorang pemuda tamatan SMA melamar pekerjaan menjadi cleaning cervices di perusahaan paling kesohor di negaranya. Setelah tes dan wawancara, sang pemuda tadi diberi tahu oleh manager SDM perusahaan tersebut bahwa ia dinyatakan lulus. Manager SDM berkata kepadanya : Terkait dengan kapan Anda mulai bekerja dan apa saja yang akan menjadi kewajiban Anda, nanti akan diinformasikan langsung via email.

Mendengar kata “email” itu, sang pemuda tadi berkata dengan santai : Saya gak punya komputer dan gak punya email pak… Lalu, sang manager SDM kaget sambil berkata : Hari gini Anda gak punya email? Yang gak punya email berarti ia mati dan orang mati tidak berhak bekerja. Kalau begitu, Anda dinyatakan gagal. Mendengar ucapan tersebut pemuda yang tadinya terlihat gesit dan semangat itu, tiba-tiba lemas dan terlihat amat kesal bercampur kecewa. Mukanya jadi lesu dan pandangannya jadi ngambang.

Tak lama kemudian, ia pulang sambil menelan kepedihan dalam hati yang tak terhingga. Pupus sudah impian dan cita-citanya untuk bekerja di perusahaan besar itu, hanya gara-gara tidak memiliki saluran komunikasi maya yang bernama “email”.

Dalam perjalanan pulang menuju rumah, sang pemuda itu berfikir dan merenung dalam-dalam apa kira-kira pekerjaan yang mungkin lagi ia lamar. Bekal hidup semakin hari semakin menipis dan bahkan uang yang dimilikinya tak lebih dari 100 ribu rupiah. Ia mulai menimbang dan berkalkulasi. Dalam hatinya berkata : Kalau uang tersebut dijadikan biaya transportasi melamar pekerjaan dan untuk keperluan makanan, paling hanya cukup untuk tiga hari. Tiga hari itu tentulah tidak cukup waktu untuk melamar dan menunggu hasil tesnya. Itupun kalau lulus. Kalau tidak? Yang terjadi adalah, bekal habis, pekerjaanpun tidak dapat.

Setelah berfikir panjang dan merenung dalam-dalam, terbetik dalam hati kecil sang pemuda itu untuk merubah haluan pikirannya, yakni dari mencari kerja menjadi pedagang. Trauma ditolak menjadi kariawan hanya gara-gara tidak punya email, membuat pemuda tersebut semakin kuat dorongannya untuk mencoba berdagang. Bukan hanya banting ster pemikiran, arah jalanpun ia putar dari menuju rumah menjadi menuju pasar.

Setelah keputusan itu diambilnya dengan mantap, ia turun dari kendraan umum yang mengarah ke tempat tinggalnya dan naik kendraan umum lain yang menuju pasar sayur-sayuran dan buah-buahan. Sesampaianya di pasar yang tergolong paling crowded dan becek itu, ia berfikir lagi apa gerangan yang paling pas ia dagangkan dengan modal 75 ribu rupiah sehingga sisanya yang 25 ribu rupiah lagi bisa ia pakai dan manfaatkan untuk transportasi dan biaya makan paling tidak untuk satu hari.

Sebelum memutuskan membeli barang dagangannya, ia berkeliling ke semua pojok dan kios perdagan buah-buahan dan sayur-sayuran yang ada di pasar itu. Tak kurang dua jam lamanya ia berkeliling ke sana dan kemari. Dalam hatinya timbul pertanyaan: pasar sebesar ini, masak brang-barangnya tidak terlalu banyak sehingga sulit melakukan pilihan. Apalagi sayur-sayuran yang ada terlihat tidak terlalu segar.

Melihat kondisi seperti itu ia memberanikan diri bertanya pada seorang pedagang yang sedang duduk-duduk sambil menikmati secangkir kopi di kiosnya : Pak? Mau tanya, ucap anak muda itu. Kalau mau cari buah-buahan atau sayur-sayuran yang segar di sebelah mana ya? Bapak berumur setengah baya itu dengan gembira menjawabnya : Begini dek.. sekarangkan sudah sore.

Buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar sudah habis sejak tadi siang. Kalau adik mau yang segar dan baru, nanti malam sekitar jam 23.00 datang lagi. Para pedgang besar dan supplier biasanya datang membawa barang dagangannya ke sini jam segitu. Nanti kamu bisa pilih sepuasnya…

Mendengar keterangan si bapak pemilik kios itu, anak muda itu menghadapi masalah pelik baru, yakni antara menunggu atau pulang dulu ke rumah, nanti jam 23.00 malam baru datang lagi. Menunggu bukanlah pekerjaan yang mudah. Pulang juga bukan pilihan yang baik, karena akan memakan ongkos yang cukup lumayan dan sudah pasti mengurangi modal yang ada. Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk menunggu sampai jam 23.00 di mana suasana pasar akan berubah 180 derajat dari suasana yang dilihatnya saat itu.

Sambil menunggu waktu perdagangan malam tiba, ia menemukan ide yang cukup bagus, yakni diskusi dengan si bapak pemilik kios tadi seputar hal ihwal perdagangan sayur dan buah-buahan. Tujuannya tak lain, kursus kilat berdagang sayur-sayuran atau buah-buahan. Pemilik kios tersebut dengan ramah dan senang hati menerima tawaran anak muda itu.

Diskusipun berjalan serius dan terkadang seram, khususnya saat bapak itu bercerita kondisi sulit waktu menghadapi beberapa kali usahanya bangkrut sehinga ia dan keluarganya jatuh miskin. Namun, kata bapak itu, adik jangan takut karena bersama kesulitan, pasti ada kemudahan. Itu janji Allah, kata bapak tadi, dan bapak merasakannya berkali-kali dalam kehidupan ini. Kesulitan artinya mengundang kemudahan, lanjut bapak tadi. Diskusipun terjadi selama sekitar enam jam, hanya disela shalat magrib dan isya.

Sekarang jarum jam telah menunjukkan angka 23.00. Para pedagang besar muali berdatangan dengan truk-truk yang penuh sesak buah-buahan dan sayur sayuran. Para kuli bongkarpun dengan cekatan dan penuh semangat mengeluarkan barang-barang dari dalam truk-truk besar itu.Tidak sampai dua jam, pasar yang tadinya kosong menjadi tumpukan buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Mendadak saja pasar menjadi sangat ramai oleh kehadiran para pedagang yang datang dari berbagai penjuru kota untuk membeli keperluan dagangan mereka dan dijual kembali esok harinya di warung mereka atau disuplai ke pelanggan-pelanggan mereka.

Tak dirasa anak muda itupun larut dengan suasa yang sangat hidup itu. Rasa capek dan ngantukpun hilang. Ia mulai melihat ke sana ke mari sambil memutuskan jenis barang dagangan apa yang akan ia beli. Tiba-tiba matanya tertuju kepada tumpukan tomat segar dan matang, bening dan berwarna kemerah-merahan yang menumpuk di dalam satu kios yang terletak di blok yang berbeda dengan kios seorang bapak yang menjadi trainer dan teman diskusinya saat menungu waktu perdagangan tiba. Akhirnya anak muda itu memutuskan membeli satu boks tomat matang dan segar itu. Ajaibnya, setelah ia tanya kepada sipedagang, harganya pas sejumlah uang yang telah disiapkannya, yakni 75 ribu rupiah. Satu boks itu berisi 25 kg tomat segar dan berkualitas baik.

Akhirnya anak muda itu membeli satu boks tomat matang segar seharga 75 ribu rupiah. Iap segera pulang sambil mencari omprengan menuju rumahnya. Ia sampai ke rumah pas waktu azan subuh berkumandang. Rasa ngantuk ia lawan sekuat tenaganya. Setelah mandi dan berwudhuk, ia putuskan untk tidak meninggalkan kebiasaannya shalat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya, kendati belum tidur sama sekali. Setelah shalat jamaah selesai, seperti biasa, ia membaca dzikir yang disunnahkan Rasul Saw. Setelah itu ia larut dalam doa’. Di antaranya :

Yaa Allah! Engkau Maha Tahu dan hamba tidak tahu sama sekali mana yang lebih baik buat dunia hamba, agama dan akhirat hamba. Jika berdagang ini lebih baik bagi hamba, agama dan akhirat hamba, maka mudahkanlah dan mohon diberkahi, yaa Arhamarrahimiin…

Saat pulang dari masjid menuju rumah, kalkulasi dan feeling bisnisnya mulai tumbuh. Dalam hatinya berkata : 75 ribu rupiah, dibagi 25 kg sama dengan 3 ribu rupaih perkilogramnya. Agar aku tahu harganya di tingkat eceran, aku harus mengecek berapa harga tomat di warung dekat rumahku. Setelah ditanya, pemilik warung itu menjelaskan harganya 6 ribu rupiah perkilogramnya. Mendengar jawaban si pemilik warung itu, ia berkata dalam hatinya : Kalau satu boks tomat yang aku beli tadi malam habis terjual semuanya hari ini, wah… aku bisa dapat keuntungan 100 % dong? Dibeli 3 ribu rupiah dan dijual 6 ribu rupiah perkilonya. Kalau saja aku berjualan 6 hari sepekan berarti sebulan 24 hari. Kalau sehari aku dapat keuntungan 75 ribu rupiah, berarti dalam sebulan aku bisa dapat keuntungan satu juta delapan ratus ribu rupiah. Artinya, dalam sebulan aku mendapat keuntungan 2.400 %. Subhanallah…

Begitulah hitung-hitungan bisnis mulai tumbuh dan berkembang dalam benak anak muda itu. Agar tidak buang-buang waktu, ia segera mengambil sepeda bututnya untuk dijadikan kendraan kelilingnya di daerah tempat tinggalnya sambil membawa satu boks tomat segar dagangannya.

Dengan mengucap basmalah dan penuh tawakkal pada Allah, ia mendayungkan sepedanya sambil berteriak : Tomat segaaarr… ibu-ibu tak perlu jauh-jauh ke warung membelinya… kualitas barangnya terjamin…. Harganya bersaing…. Hampir setiap ibu-ibu mendengar suara aneh itu membuka pintunya dan membeli tomatnya, ada yang seperempat kilo, ada yang setengah kilo dan bahkan ada yang dua kilo.

Di antara para pembeli tomatnya ada seorang ibu yang kaget terheran-heran sambil berkata : Eh? Kamukan anak si Fulan? Bukannya kamu lulus menjadi kariawan perusahaan ternama itu? Kok sekarang malah menjadi pedagang tomat asongan? Kasiaan deh kamu? Anak muda itu tak menjawab pertanyaan ibu itu. Ia hanya tersenyum saja. Dalam hatinya berkata, yang penting aku dapat uang, dari kerja kek, dari dagang keliling kek, yang penting halal dan cukup buat kebutuhan hidupku dan orang tuaku..

Tak terasa anak muda itu berhasil menjual semua barang dagangannya hanya dalam tempo tiga jam saja. Hatinya gembira tak terkira. Artinya, sekitar jam 09.00 pagi dagangannya sudah habis terjual dan ia mendapat keuntungan 75 ribu rupiah, artinya untungnya seratus persen. Semangat bisnisnya semakin meningkat. Tawakkalnya pada Allah semakin besar.

Begitulah kegiatan anak muda itu setiap hari, setiap pekan dan setiap bulan. Uangnya tak terasa semakin banyak. Bahkan usahanya sudah merambah ke berbagai jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. Hanya dalam tiga tahun, ia sudah bisa membeli tiga mobil niaga yang digunakan mengirim dagangannya ke berbagai warung dan super market karena ia sudah menjadi supplier handal.

Bersamaan dengan pertumbuhan bisnisnya, tawakkalanya pada Allah semakin tebal. Keyakinannya pada Rasul Saw. semakin besar, sambil berkata dalam hatinya :

Sungguh benar Engkau wahai Rasulullah tercinta, bahwa pintu rezki yang lapang itu ada pada perdagangan, bukan pada kerja dan jadi kariawan. Sambil meneteskan air mata syukur, ia berkata :

Yaa Robb… sekiranya aku dulu punya “email”, aku diterima jadi clearning cervices di perusahaan besar itu. Paling gajiku standar UMR, alias satu koma dua juta. Itupun setelah beberpa tahun bekerja.

Sekarang, omset bisnisku sehari hampir 10 kali lipat gajiku sebulan… Yaa Alla…Ini adalah cobaan terbesar dalam hidupku apakah aku jadi hamba-Mu yang bersyukur atau kufur. Karena itu, jadikanlah aku hamba-Mu yang bersyukur dan masukkanlah aku ke dalam hamba-hamba-Mu yang saleh.. Aamiiina yaa Robbal ‘alamin…

Tulisan ini sengaja Saya posting ulang dari blog teman baru Saya: rhodesyup1.wordpress.com dan Tempat Belajar Blog – blogngeblog.com karena kisah ini begitu enak dibaca yang isinya sangat motivatif dan menyejukkan hati. Selain itu juga agar Saya bisa selalu membacanya sebagai pendorong semangat Saya untuk mencari riziki yang halal untuk Istri dan Anak Saya juga keluarga Saya, semoga bisa memberikan manfaat juga bagi teman-teman yang membaca tulisan ini di www.chepihkamal.co.cc ini.

salam usaha mandiri

Menulis Diatas Pasir



Dahulu saya pernah baca sebuah cerita tentang keikhlasan yang ditulis entah oleh siapa namun menginspirasi saya untuk belajar ikhlas, ilmu ikhlas kata mas Dedi Mizwar dalam film kiamat sudah dekat.

Begini kira-kira ceritanya:
Ada dua orang bocah (anak kecil) bermain dipesisir pantai. Mereka mungkin anak nelayan setempat atau mungkin juga hanya anak turis lokal. Mereka bersahabat sejak lama, setidaknya itu yang sekilas terlihat dari keakraban mereka bermain. Bercanda, tertawa, bersorak dan bertepuk tangan penuh kegembiraaan. Namanya juga bocah cilik apa saja bisa jadi kesenangan.


Saat sedang asik-asiknya bermain, tiba-tiba mereka bertengkar hanya tentang hal sepele. Namun lama-lama anak yang tubuhnya lebih besar bermain tangan dan menampar pipi anak yang lebih kecil. Nangislah sianak yang lebih kecil karena tamparan sahabatnya itu. Sambil menangis ada hal aneh yang dilakukan anak yang lebih kecil itu. Apa sih gerangan yang dilakukannya? ...Ternyata dia mengambil batu dan diluar dugaan anak yang lebih besar, sahabat kecilnya itu menulis diatas pasir yang berbunyi 'HARI INI SAHABATKU TELAH MENYAKITIKU'.


Setelah itu tangisnya terhenti dan dia kemudian bercanda kembali dengan sahabat besarnya itu. Ya namanya juga bocah cilik, sebentar musuhan sebentar damai, itulah dunia anak-anak. Apapun yang terjadi tetap happy begitu kebanyakan anak-anak. Kondisi sesusah apapun mereka selalu bisa tertawa. Ha..ha..ha..


Namun tiba-tiba disela gelak tawa mereka, sianak yang kecil kembali menangis. Kenapa lagi?...oh ternyata kali ini dia terjatuh kedalam lubang yang cukup dalam dan sempit. Mungkin seperti sumur atau celah retakan tanah. Dengan tubuh kecilnya sulit baginaya keluar meski dengan segala daya dan upaya.


Ditengan rasa takut dan tangis sakit serta cemas tiba-tiba ada seutas tali yang terjulur dari tepi lubang. Ternyata sahabat besar si bocah cilik ini sedari tadi tak nampak bukan pergi begitu saja melainkan ia mencari bantuan meski tak berhasil namun ia menemukan tali yang bisa ia gunakan untuk menarik sahabat kecilnya itu.


Singkat cerita mereka berhasil dengan usahanya. Setelah ada diatas sibocah cilik ini kembali mengambil batu dan kembali menulis, namun sekarang dia menulis diatas batu besar yang ada dipantai itu. 'HARI INI SAHABATKU TELAH MENOLONGKU DARI KESUSAHANKU' itulah tulisannya. Tentu saja sahabat besarnya yang dari tadi keheranan dengan tingkah sobat kecilnya itu bertanya "kenapa kamu menulis semua yang aku lakukan untukmu?"


Dengan bijak sobat ciliknya menjawab "karena aku mau semua kebencian yang ada dihatiku yang disebabkan oleh perbuatan sahabatku cepat hilang sirna seperti tulisanku diatas pasir tadi dan supaya aku teringat selalu akan kebaikan sahabatku yang membantuku, aku menuliskannya di atas batu ini agar tidak mudah hilang meski dihempas badai dan gelombang sehingga aku bisa mengingatnya selalu".


Sobat...keikhlasan itu adalah melupakan semua kebaikan yang pernah kita perbuat dan mengukirnya dalam hati sanubari kita semua kebaikan orang lain kepada kita. Begitulah yang pernah saya simak dari tulisan seperti ini tempo doeloe...Ikhlas itu ya surat al-Aikhlas...meng Esakan Allah...itu yang paling pas..meski tidak sopan ditulis, kata orang ikhlas itu ibarat kita buang air besar..begitu keluar ya sudah senang sekali rasanya. memberi pun begitu jika sudah kita berikan ya sudah kita lupakan dan rasanya senang...


Salam ikhlas
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Mind Power - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger